malam itu aku masih melihatnya tidur disampingku, masih terasa tangannya membelai rambutku, pagi ini dimana udara sangat dingin dan tubuhkku masih mengigil didalam selimut, aku melihat dia sudah melangkahkan kakinya. dibuka pintu itu dan angin dingin berhembus masuk, masuk sampe kedalam tulangku yang sudah aku bungkus rapat rapat oleh baju serta selimut, dan rasa dingin ini membuat dan memaksa aku untuk menutup mata kembali, seketika sebelum aku menutup mata aku melihat dia, sebelum berjalan meninggalkan pintu itu dia berbalik kearahku dan tersenyum.
sinar hangat itu mulai masuk melalui lubang lubang jendela, hangatnya mulai aku rasakan, suara burung burungpun bernyanyi indah dan bernada sekali, ku buka jendela dan kusibakkan tirainya telihat indah nuansa pag,i segarnya dedaunan yang berteteskan embun, diselingin oleh wanginya bunga yang ada disekeliling pohon rindang. aku keluar melangkahkan kakiku melihat suasana pagi, dan saat itu dia tersenyum kembali kepadaku dan berkata pagi… kemudian dia kembali berkerja, bajunya sudah basah oleh keringatnya, keringatnya sudah memenuhi dahi sampai menetes membasahi tubuhnya. saat itu aku masih kecil belum tahu tentang apa apa….
saat aku bangun, sudah seperti hari hari biasanya, hari hari yang sama yang selalu kita lewati bersama, aku bangun dengan keadaan sendiri di tempat tidur, ku buka jendela dan ku buka pintu dan ku lihat seperti biasanya, dia tersenyum dan selalu berkata padaku pagi.. kembalinya dia bekerja tanpa merasa lelah atau mengeluh tentang apapun. saat itu aku remaja, sudah tumbuh beranjak dan mengenal dunia….
hari ini aku terbangun, masih juga seperti hari hari sebelumnya, masih aku lalui dengan sama persis seperti hari hari kemarin, hanya kali ini ada yang berbeda dengan dia, dia tidak lagi berjalan tegak dan gagah untung bekerja, langkah kakinya mulai perlahan, dan tangannya meyangga alat yang selalu dibawanya bekerja, sehingga dia dapat berdiri dengan tegak. satt ini aku sudah dewasa., sudah mengerti akan segalanya……
sempat bertanya kepadanya… “ayah kenapa engkau terbangun ketika pagi masih gelam dan matahari belom bersinar”.. ” ayah kenapa engkau mengucapkan kata pagi ketika aku terbangun”…. “ayah kenapa kau selalu tersenyum kepadaku”…. “ayah kenapa engkau selalu bekerja keras hingga menteskan banyak keringat dan tanpa mengeluh sedikitpun”….”ayah kenapa engkau mengerjakan ini semua setiap harinya”… setiap kali aku bertanya, dia hanya tersenyum dan berkata… anakku ada waktunya kamu mengetahui ini semuanya…
tidak!!!!!!!!!
hari ini berbeda dengan hari hari biasanya, tidak seperti kemaren, seminggu yang lalu , dan tidak juga seperti bulan bulan yang lalu, kali ini ketika aku terbangun di pagi hari, kali ini aku melihatnya terbaring lemas, tampak menetes air matanya…, ketika aku mendekat dan bertanya ada apa, dia tetap tersenyum dan mengatakan pagi…. aku bertanya ada apa, apa yang terjadi dengan hari ini, dia hanya berkata saat ini sudah saatnya aku menjawab semua pertanyaanmu.. pertanyaan yang setiap hari kau tanyakan dalam hatimu, pertanyaan yang selama ini belom terjawab.
mengapa aku selalu bangun disaat saat matahari masih terlelap.. karena aku ingin bekerja, bekerja keras untukmu.
mengapa aku selalu mengucapkan pagi kepadamu karena aku ingin kau terbangun disetiap paginya penuh dengan semangat baru.
mengapa aku selalu tersenyum padamu karena aku ingin kau bahagia dengan senyumanku walaupun terkadang aku tidak bahagia.
mengapa aku selalu bekerja keras hingga meneteskan keringat dan tidak mengeluh karena ini semuanya hanya untukmu.
mengapa aku tidak pernah mengeluh mengerjakan semuanya ini karena ini adalah sebuat tanggung jawab.
tanggung jawab anakku.. ini adalah tanggung jawab
tanggung jawab kepada tuhan, tanggung jawab terhadap diriku dan juga tanggung jawab terhadap kau anakku…
tanggung jawab agar kau bisa hidup, tanggung jawab agar kau penuh semangat disetiap harinya, tanggung jawab agar kau selalu merasa bahagia, tanggung jawab agar kau merasa terlindungi
…”dan ini adalah tanggung jawab seorang ayah terhadap anaknya”.. suatu saat kau akan merasakannya dan kau akan melakukan hal yang sama anakku….
(selamat jalan ayah.. selamat tinggal.. semoga kau dami di sisiNya )
*diddedikasikan untuk seorang ayah yang sangat perduli anaknya