anak kecil itu berlari mengejar bayangan yang pernah lewat didepannya, keetika tiba dipersimpangan jalan dibingungkan anak kecil oleh pertanyaan kemanakah bayangan itu pergi… haruskah aku kekanan atau kekiri….
seketika lewat lagi bayangan itu kekanan dan dikejarnyalah bayangan itu tadi, tanpa banyak berpikir dan merasa haus dan lelah, terus anak kecil langkahkan kakinya, berlari anak kecil cepat, kejar dia dengan semangat, sampai akirnya anak kecil tiba disuatu tempat dimana bayangan itu juga berhenti, ketika anak kecil menupeuk bayangan dan berkata ibu…..
ternyata bukan, kau bukan ibuku….
anak kecil pun kembali berjalan ke persimpangan yang membuatnya bingung, berjalan kali ini anak kecil dengan rasa haus dan lelah, berjalan anak kecil dengan rasa kecewa. dan sampailah anak kecil dipersimpangan pertama tadi, lalu anak kecil berkata sekarang harus kemana aku melangkah…..
kemudian dengan seketika terbesit didepannya sebuah bayangan yang kali ini anak kecil tidak mau lewatkan, anak kecil kembali kumpulkan tenaga, anak kecil kembali melupakan semua lelah dan rasa haus, anak kecil berlari mengejarnya, berlari sekuat tenaga, tanpa sadar anak kecil berteriak “kau……”
ternyata bukan, jau bukan ibuku……
kembali anak kecil bertanya dimanakah sosok itu, sosok yang dulu pernah menyayangiku, yang dulu pernah menjagaku setiap matahari tenggelam dan sang surya terbit, kemanakah sosok yang dulu selalu memanggilku anak kecil, menyanyikan lagu tidurku, lagu sedihku, lagu senangku…..
anak kecil hanya berkata : aku masih disini, menunggumu…. aku masih disini menantimu dan aku masih disini merindukanmu “ibuku”